DetikNeswNusantara.com — PENAJAM- Penajam Paser Utara (PPU) Kementerian Agama (Kemenag), Kepala Kemenag PPU, Muhammad Syahrir, memprioritaskan program – program yang berfokus pada cinta kemanusiaan dan kerukunan umat beragama, hal ini sejalan dengan program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Indonesia Prabowo dan Gibran serta Kemenag pusat.
“Program prioritas dalam kaitan nasional di antaranya adalah cinta kemanusiaan, kerukunan berumat agama, dan peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Muhammad Syahrir, saat diwawancarai di kantor Kemenag PPU, Senin (22/09/2025).
Ia menjelaskan, Indonesia saat ini menjadi kiblat dunia dalam hal kerukunan umat beragama. Indeks kerukunan di Indonesia mencapai angka yang cukup tinggi, yaitu 2.045 dengan rata-rata menempati urutan 80 persen ke atas. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa kondisi ini tidak boleh membuat lengah.
“Modal dasar kita dalam membangun satu daerah kalau tidak harmonis antar agama ini kan menjadi amalan, oleh karena itu, tugas kami Kemenag adalah melaksanakan pembangunan khususnya di bidang agama,” tambahnya.
Kemenag PPU berupaya memelihara kerukunan antar umat beragama melalui penguatan trilogi kerukunan, yaitu kerukunan internal umat beragama, kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah. Syahrir juga menyoroti keberagaman aliran dalam setiap agama di Indonesia, yang justru menjadi warna dan kekayaan yang harus dijaga bersama.
“Kita di Indonesia ada 6 agama, dalam memelihara kerukunan kita mengenal dengan trilogi kerukunan. Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu ini harus kuat kerukunannya,” pungkasnya.
Dengan terjaganya kerukunan dan keamanan, ia berharap pembangunan di tingkat nasional maupun wilayah dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat. (*jdl)









